
Istilah pressure gauge seringkali didengar dalam dunia Industri. Jadi, apa itu pressure gauge, serta apa saja kegunannya? Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut!
Pengertian Pressure Gauge
Pressure gauge adalah alat keselamatan yang harus dimiliki dalam dunia industri. Umumnya alat ini digunakan untuk mengetahui serta memantau tekanan udara atau gas. Selain itu, tekanan gas atau udara yang dipantau seperti tekanan pada kompresor, peralatan vakum, jalur proses, alat medis, dan alat pemadam kebakaran. Adapun cara melihat tekanan melalui tingkatan angka dalam tabung.
Dalam penggunaan alat ini tidak hanya secara visual, namun juga dapat dikonfigurasikan untuk memberikan output listrik dari tekanan variabel lain, seperti suhu.
Pressure sendiri penting untuk keselamatan dalam dunia industri. Hal ini karena mesin Gauge dapat meledak jika tingkat tekanan yang melebihi dan dalam waktu lama. Ini dapat membahayakan pekerja industri serta merusak peralatan.
Prinsip Kerja Pressure Gauge
Prinsip kerja pressure gauge adalah berdasarkan pada sistem hukum Hooke. Sistem Hooke ini bekerja dengan memperluas atau mengompres skala pegas secara linier. Hokee sendiri berkaitan dengan jarak dan tekanan ekstensi atau kompresi pada tabung gas. Dalam sistem hukum hooke ini terdapat dua tekanan, tekanan dalam dan luar. Oleh sebab itu, ketika tekanan diterapkan pada permukaan benda maka tekanannya lebih kecil.
Perlu diketahui alat pengukur tekanan dapat digunakan selama lebih dari seratus tahun. Oleh karena itu desain alat pengukur tekanan dapat terus berkembang. Selain itu alat pengukur tekanan terdiri atas 2 jenis yang pertama analog dan kedua digital. Pengukur tekanan digital banyak digunakan di kalangan industri masa kini. Adapun alat Gauge digital, berupa daya AC dan DC.
Fungsi Pressure dalam Dunia Industri
Pressure memiliki beberapa fungsi dalam sektor industri. Untuk lebih mengetahui apa saja fungsinya berikut ini penjelasannya.
1. Pengukur Tekanan Diferensial dan Pengukur Tekanan Dupleks
Baik pengukur diferensial atau tekanan dupleks, keduanya mampu mengukur tiga jenis tekanan yaitu tekanan tinggi, rendah, hingga tekanan statik. Sehingga pressure gauge adalah sebuah desain khusus untuk digunakan secara maksimal pada dunia industri. Penggunaan pressure gauge seperti di industri kimia, minyak dan gas, bahan bakar alternatif, dan penanganan udara.
2. Pengukur Tekanan Industri
Alat pengukur pertama yaitu dari jenis material. Jenis tekanan berupa material stainless steel yang di didesain secara khusus untuk memudahkan pengoperasian. Stainless ini biasanya digunakan untuk kebutuhan industri seperti minyak bahan bakar, gas, manufaktur kimia, hingga industri pabrik lainnya. Desain steel penggunaannya mudah dalam pengukuran tanpa menghalangi sistem tekanan dari perangkat yang akan diukur.
Dengan adanya alat ini, pengukur tekanan dapat membantu dalam pembacaan tekanan secara digital. Hal ini berguna menghindari kesalahan yang fatal dalam membaca ukur tekanan. Beberapa industri pasti membutuhkan alat pressure gauge untuk mengukur tekanan dalam suatu sistem secara mendetail dan akurat. Selain itu data yang terdeteksi sudah dapat dikatakan akurat.
3. Mempermudah Proses Pengoperasian Tekanan
Fungsi pressure gauge adalah mempermudah proses pengoperasian tekanan. Selain itu, alat ini mempunyai keunggulan lain dapat digunakan dalam kondisi apapun termasuk kondisi ekstrim, seperti industri petrokimia. Sebab ketahanannya yang dapat diacungi jempol, maka alat ini sudah menjadi barang wajib yang sering ditemui di industri minyak, gas, serta perusahaan kimia lainnya.
Produk Terbaik Winston Indonesia
Wilden Pump
Jenis Tekanan
Tekanan ditentukan berdasarkan gaya tegak lurus per satuan luas permukaan, yaitu sebuah perhitungan yang ditentukan melalui berbagai teknik dan metode. Pengukuran tekanan dengan tepat tergantung pada rujukan tekanan pembacaan yang diukur. Dalam hal ini, jenis tekanan terbagi menjadi dua, yaitu:
- Tekanan hidrostatik, yaitu tekanan yang dihasilkan oleh berat cairan di atas titik pengukuran saat cairan berada dalam keadaan diam. Ketinggian zat cair memiliki dampak pada tekanan hidrostatik. Selain itu, sifat hidrostatik cairan dipengaruhi oleh massa jenis gravitasi dan cairan, sehingga sifat hidrostatik tidaklah konstan.
- Tekanan mekanik, merupakan tekanan yang diukur dengan diafragma, bellow, atau tabung Bourdon yang mampu mengubah tekanan fluida menjadi gaya yang dapat diukur.
Ketika membahas tekanan, penting untuk mengetahui beberapa dinamika tekanan yang lain, yaitu tekanan absolut, gauge, diferensial, serta atmosfer. Berikut adalah penjelasan dari beberapa dinamika tekanan tersebut:
- Tekanan absolut adalah pengukuran tekanan relatif terhadap ruang hampa.
- Gauge pressure adalah tekanan yang diukur relatif terhadap tekanan atmosfer. Bentuk tekanan ini bersifat positif di atas tekanan atmosfer dan bersifat negatif di bawah tekanan atmosfer.
- Tekanan diferensial adalah pengukuran perbedaan dari dua jenis tekanan yang diterapkan. Pengukuran ini tidak memiliki acuan, karena tujuannya adalah mengukur perbedaan antara dua tekanan yang diterapkan.
Jenis Pressure Gauge
Adapun jenis-jenis pressure gauge adalah differential pressure, pressure switch, pressure transmitter, dan digital pressure. Berikut ini akan dijelaskan perbedaan dari jenis satu kejensi yang lainnya.
1. Pressure Switch
Pressure switch sebuah alat yang dapat membuka atau menutup di suatu kontak yang telah mencapai deviasi tertentu. Batas tekanan saat terbuka maupun tertutup dapat diatur berdasarkan kebutuhan secara otomatis. Namun bedanya dengan yang lain switch gauge ini memiliki penunjuk untuk tekanan.
2. Pressure Transmitter
Transmitter ini salah satu jenis transduser yang dapat mengkonversi informasi tekanan ke dalam bentuk digital. Dalam industri, transmitter berfungsi sebagai alat kontrol sistem dengan hasil pengukuran lebih akurat dan stabil.Selain itu jenis alat ini dalam pengoperasiannya tidak memerlukan kontak langsung dengan alat ukur lain. Adapun data dapat direkam dan dianalisa di ruang kontrol. Oleh karena itu cocok digunakan pada lingkungan yang memiliki temperatur tinggi untuk segala jenis industri.
3. Differential Pressure
Jenis selanjutnya yaitu differential pressure. Differential digunakan sebagai alat ukur tekanan yang dapat menghitung dua tekanan sekaligus. Pertama yaitu tekanan yang tinggi atau rendah. Kedua tekanan statik. Umumnya differential digunakan di industri petrochemical, power plant, oil and gas, epc, serta palm oil.
4. Digital Pressure Gauge
Jenis pressure ini selanjutnya yaitu digital gauge. Digital ini sebagai alat ukur tekanan dengan referensi 0 terhadap tekanan ruang. Sementara pressure menggunakan referensi 0 terhadap tekanan vakum. Lebih lanjut, maka nilai tekanannya sama dengan tekanan gauge ditambah tekanan pada atmosfer. Alat digital pressure dapat digunakan di bidang industri seperti kelautan, makanan atau minuman, industri farmasi, minyak dan gas.
Cara Memilih Pressure Gauge yang Tepat
Pemilihan pressure gauge perlu mempertimbangkan kondisi proses, bukan hanya melihat ukuran dial atau harga produk. Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Jenis Tekanan yang Akan Diukur
Pastikan terlebih dahulu jenis tekanan yang ingin dipantau. Beberapa jenis tekanan yang umum digunakan meliputi gauge pressure, absolute pressure, vacuum pressure, compound pressure, dan differential pressure.
Gauge pressure digunakan untuk mengukur tekanan relatif terhadap tekanan atmosfer. Absolute pressure digunakan ketika pengukuran harus mengacu pada kondisi vakum absolut. Differential pressure digunakan untuk mengetahui perbedaan tekanan antara dua titik, misalnya pada filter, pipa, atau sistem pompa.
2. Pilih Range Tekanan yang Sesuai
Range pressure gauge sebaiknya tidak dipilih terlalu dekat dengan tekanan kerja maksimum sistem. Sebagai panduan umum, tekanan operasional ideal berada pada kisaran tengah skala pressure gauge agar pembacaan lebih mudah dilakukan dan elemen pengukur tidak bekerja terlalu berat.
3. Perhatikan Material yang Bersentuhan dengan Fluida
Material body, process connection, Bourdon tube, diaphragm, dan komponen internal perlu kompatibel dengan media yang diukur. Fluida seperti air, udara, oli, steam, bahan kimia, cairan asam, pelarut, maupun gas tertentu membutuhkan material yang berbeda.
4. Sesuaikan Akurasi dengan Kebutuhan Proses
Tidak semua aplikasi membutuhkan tingkat akurasi yang sama. Untuk pemeriksaan umum pada mesin atau jalur udara, pressure gauge standar dapat digunakan. Namun, untuk proses produksi kritis, kalibrasi, pengujian, atau sistem dengan toleransi tekanan ketat, diperlukan pressure gauge dengan accuracy class yang lebih baik.
5. Perhatikan Kondisi Lingkungan Pemasangan
Lingkungan pemasangan dapat memengaruhi performa pressure gauge. Getaran mesin, temperatur tinggi, kelembapan, paparan bahan kimia, debu, serta risiko benturan perlu menjadi pertimbangan sejak awal.
Aksesori Penting untuk Melindungi Pressure Gauge
Diaphragm Seal
Diaphragm seal digunakan untuk mengisolasi pressure gauge dari media proses. Komponen ini cocok untuk cairan korosif, kental, higienis, lengket, mudah mengkristal, atau mengandung partikel.
Syphon
Syphon digunakan terutama pada aplikasi steam atau suhu tinggi. Fungsinya adalah membantu menurunkan temperatur fluida sebelum tekanan mencapai pressure gauge. Dengan demikian, komponen internal gauge dapat terlindungi dari panas berlebih.
Snubber atau Restrictor
Snubber digunakan untuk mengurangi dampak pulsasi dan lonjakan tekanan. Aksesori ini relevan pada sistem kompresor, pompa reciprocating, hydraulic press, mesin proses, serta aplikasi lain yang memiliki perubahan tekanan cepat.
Valve atau Gauge Cock
Valve dipasang di antara jalur proses dan pressure gauge. Fungsinya adalah memudahkan isolasi instrumen saat inspeksi, penggantian, atau kalibrasi dilakukan. Dengan adanya valve, pressure gauge dapat dilepas tanpa harus menghentikan seluruh sistem, tergantung desain instalasi dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Konsultasikan Kebutuhan Pressure Gauge untuk Sistem Anda
Setiap sistem memiliki kebutuhan pengukuran tekanan yang berbeda. Pressure gauge untuk pompa air, boiler, kompresor, sistem hidrolik, chemical process, maupun water treatment memerlukan pertimbangan spesifikasi yang tidak selalu sama.
Winston Indonesia dapat membantu Anda menentukan pressure gauge, aksesori, dan konfigurasi instrumentasi yang sesuai berdasarkan jenis media, pressure range, suhu, koneksi, serta kondisi operasional di lapangan.






